Upaya Penurunan Stunting, Pemerintah Kota Serang Kuatkan Komitmen

infobanten.id | Serang – Turunkan angka Stunting serta Resiko Keluarga Stunting di Kota Serang, Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang menggelar kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting Tingkat Kota Serang Tahun 2022, Senin (10/10/2022).

Kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting tingkat Kota Serang tersebut diselenggarakan berdasarkan Instruksi Presiden tahun 2021 sekaligus juga Pengaturan BKKBN No 12 Tahun 2021 tentang rencana aksi Nasional percepatan penurunan angka Stunting di Indonesia Tahun 2021 hingga 2024.

Seperti yang disampaikan oleh Walikota Serang Syafrudin, bahwa kegiatan tersebut Sesuai dengan instruksi Presiden atau PERPRES tahun 2021 dalam rangka penuntasan stunting itu sampai tahun 2024, sehingga Pemerintah Kota Serang sangat berkomitmen terkait penurunan Stunting ini.

“Jadi ini ditindak lanjuti dengan SK Walikota dalam rangka penanganan stunting, Oleh karena itu kami komitmen di tahun 2022 ini terus berupaya punya inovasi dalam rangka penanganan stunting,” ungkap Syafrudin.

Selain hal tersebut Syafrudin menambahkan tentunya Pemerintah Kota Serang terus berupaya dalam melakukan pencegahan terhadap resiko keluarga Stunting dimulai dari awal sebelum pernikahan hingga melahirkan terus dilakukan pemeriksaan.

“Pencegahannya ini akan lebih sulit karena dari mulai masa mau nikah ini sudah kita periksa, bekerja sama dengan kementerian agama ini dari sisi usia yang sudah memenuhi syarat,” tambahnya.

“Kemudian umur kandungan, setelah mengandung harus diperiksa di Puskesmas atau di tempat lain dalam rangka memeriksa kondisi bayi sehat atau tidak, Jadi dari semenjak awal sebelum menikah sampai melahirkan sampai usia bayi 2 tahun harus terus dilakukan Pemeriksaan serta perhatian lebih,” lanjutnya.

Syafrudin menjelaskan, selain beberapa hal indikator dan faktor yang menyebabkan meningkatnya resiko keluarga stunting, termasuk salah satunya dari indikator kebersihan lingkungan, kesehatan makanan penunjang pangan sangat berpengaruh dalam penurunan Stunting ini.

“Indikator itu yang pertama dari sisis lingkungan yang kurang menunjang karena terkait kekumuhan kemudian juga, calon pengantin dan air bersih juga sangat berpengaruh,” ucap Syafrudin.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Anthon bahwa beberapa Teamnya sudah survey ke beberapa daerah di Cilowong, bahwa di salah satu kampung tersebut salah satu permasalahannya adalah sangat minim sekali air bersih, sehingga untuk air bersih saja mereka harus beli Sekitar sehari itu 20 ribu, karena memang merupakan hasil kesepakatan warga untuk operasional atau sebagainya agar air bersih tersebut selalu ada.

“Hal tersebut sudah kami sampaikan dan akan berkoordinasi dengan PDAB, Bappeda dan PU akan mencari cara bagaimana Pemerintah Kota Serang menambah kebutuhan air bersih untuk warga cilowong,” tutur Anthon.

Anthon menambahkan bahwa upaya Pemerintah Kota Serang dalam Penanganan yang sudah terjangkit stunting ini ada dua, penanganan sensitif dan non sensitif.

“Kalau non sensitif itu teknis dari dinkes seperti penambahan gizi makanan tambahan, terkait imunisasi dan Kalau sensitif itu dari OPD-OPD lain, seperti dari lingkungannya, air bersihnya, pendidikannya, itu yang dimaksud Pemerintah Kota Serang agar terus diperhatikan,” tambah Anthon.

Hadir dalam kesempatan tersebut Walikota Serang Syafrudin, Wakil Walikota Serang Subadri, Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang, serta seluruh OPD dilingkungan Pemerintah Kota Serang. (*)