
infobanten.id | Kab. Serang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang memiliki program transmigrasi bagi penduduk Kabupaten Serang.
Program transmigrasi sendiri dianggap mampu mengurangi angka pengangguran dan juga sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.
Diketahui, Transmigrasi adalah proses berpindahnya warga secara sukarela dari suatu wilaah yang padat penduduknya ke area wilayah pulau yang penduduknya masih sedikit atau belum ada penduduknya sama sekali.
Dengan dilakukannya transmigrasi, diharapkan tercapainya keseimbangan penyebaran penduduk serta diharapkan meningkatkan suatu potensi ekonomi daerah itu.
Kepala Bidang (Kabid) Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Serang, Ineu Irawati mengatakan bahwa pihaknya pada tahun 2022 memiliki kuota program transmigrasi untuk Kabupaten Serang sebanyak 7 Kepala Keluarga (KK). Rencananya program Transmigrasi akan dikirimkan di dua lokasi yaitu daerah Kalimantan Timur dan Sulawesi Barat.

“Program Transmigrasi ada dua lokasi yaitu Kalimantan timur 2 KK, Sulawesi Barat 5 kk, jadi jumlah nya ada 7 KK. Mereka ini sudah melengkapi persyaratannya seperti KK, KTP ,surat nikah, sesudah lengkap kita proses. Dan mereka juga bertransmigrasi tanpa ada paksaan dari manapun, atas dasar dari diri sendiri,” ujar Ineu Irawati kepada infobanten.id di ruang kerja nya belum lama ini.
Lebih lanjut Ineu Irawati menjelaskan, dari jumlah sebanyak 7 KK yang sudah melengkapi persyaratan terdiri dari Kecamatan Pontang 2 KK, Kecamatan Binuang 2 KK, Kecamatan Padarincang 1 KK dan Kecamatan Cinangka 2 KK.
“Mereka yang sudah lengkap persyaratan Itu kita bantu, kita fasilitasi seperti pembuatan surat, termasuk BPJS Kesehatan kita urus. Jadi mereka tinggal beres saja, karena kita tugasnya untuk menyeleksi dan mendata,” jelasnya.
Dikatakan Ineu, sebelumnya, pada tahun 2018 pihaknya Serang mengirimkan sebanyak 5 KK asal di daerah kecamatan Padarincang dan Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.
Mereka mengikuti program transmigrasi yang diberangkatkan Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Timur. Mereka telah berhasil dan hidup sejahtera menanam kacang kedelai.

“Awal mereka orang tidak mampu. Kita bantu da kita fasilitasi mereka dari mulai pembuatan surat, Mereka berhasil sudah punya motor, rumah. Alhamdulilah sekarang sudah hidup sejahtera,” pungkasnya.
Para calon transmigran tersebut akan terus dipantau ketika mereka sudah tinggal di tempat yang baru dan biaya hidupnya selama satu tahun ditanggung oleh pemerintah pusat. “Biasanya orang Kabupaten Serang yang sudah duluan tinggal di sana mereka menyambut di balai desa sehingga yang baru datang seperti punya keluarga baru,” tutupnya. ( Advertorial )

































