Penyeberangan di Merak Dibagi Tiga Zona, Menhub Pastikan Kelancaran Mudik

.

infobanten.id | Cilegon – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan adanya tiga zona penyeberangan yang akan digunakan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini di wilayah Merak, Banten. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurai potensi kemacetan yang kerap terjadi selama periode mudik.

“Kalau untuk di Merak, kita membagi tiga zona. Zona yang di Pelabuhan Merak sendiri, itu khusus untuk kendaraan pribadi dan angkutan kendaraan umum seperti bus,” ujar Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa. Ia menjelaskan bahwa pembagian zona ini dilakukan untuk mengoptimalkan alur penyeberangan kendaraan selama masa mudik.

Selain itu, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara akan digunakan untuk melayani angkutan barang berat yang masih diizinkan beroperasi sesuai dengan pembatasan yang berlaku selama periode mudik. Hal ini dilakukan untuk memisahkan kendaraan berat dari kendaraan pribadi guna mengurangi penumpukan kendaraan di satu titik.

“Lalu untuk motor dan angkutan barang dengan kapasitas yang lebih kecil lagi di (Pelabuhan) Ciwandan. Itu yang kita gunakan saat ini, harapannya dengan pembagian ini, maka titik ini tidak kemacetan,” kata Dudy. Ia menambahkan bahwa pembagian zona ini sudah dirancang sedemikian rupa agar lebih efektif dalam mengelola arus kendaraan.

Sebagai bagian dari persiapan, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga mengoordinasikan persiapan angkutan Lebaran 2025 bersama Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur A Dimyati Natakusumah. Kerja sama dengan pemerintah daerah ini dianggap penting mengingat padatnya arus lalu lintas di wilayah Banten selama musim mudik.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Menhub menyebutkan bahwa selain Pelabuhan Merak, beberapa pelabuhan lain akan diaktifkan untuk mendukung arus mudik. Pelabuhan Ciwandan, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ), Pelindo II, dan Pelabuhan Indah Kiat akan digunakan untuk mengakomodasi berbagai jenis kendaraan dan pemudik.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pelabuhan Merak akan melayani kendaraan mobil pribadi, sedangkan Pelabuhan Ciwandan akan dikhususkan untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor. Sementara itu, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya akan digunakan untuk kendaraan berat seperti truk besar. Kementerian Perhubungan juga akan melakukan sosialisasi terkait penggunaan fasilitas Pelindo II selama periode mudik.

Menhub menyampaikan bahwa salah satu tantangan terbesar tahun ini adalah potensi peningkatan jumlah pemudik. Oleh karena itu, pihaknya tengah mempertimbangkan penambahan jumlah armada untuk melayani masyarakat. Hal ini menjadi langkah antisipatif agar seluruh pemudik dapat terlayani dengan baik.

Selain itu, Menhub Dudy juga menekankan pentingnya menyediakan fasilitas pendukung seperti rest area atau buffer zone. Ia berharap koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dapat membantu menyediakan kawasan penyangga ini untuk memberi ruang bagi pemudik beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Rest area ini diharapkan dapat mengurangi beban penumpukan kendaraan di lokasi penyeberangan. Dengan adanya buffer zone, alur lalu lintas dapat diatur dengan lebih baik sehingga mengurangi potensi kemacetan di jalur utama menuju pelabuhan.

Dudy optimistis bahwa dengan adanya pembagian tiga zona penyeberangan, koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah, serta langkah-langkah antisipasi lainnya, arus mudik tahun ini dapat berjalan lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

Kementerian Perhubungan akan terus memantau situasi di lapangan selama masa mudik berlangsung. Dudy menyampaikan bahwa pihaknya akan bertindak cepat jika ditemukan kendala di lapangan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan para pemudik. (Red01/*)