
infobanten.id | Kab. Serang. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang kembali melaksanakan program Penelitian dan pengembangan (Litbang) penjaringan inovasi.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang, Budhi Herimulyati S.Sos M.Si menjelaskan program penlitian dan pengembangan penjaringan inovasi dimulai pada awal bulan Juli tahun 2021 ini, dengan pendampingan dari LAN RI.
Lanjut Budhi Herimulyati menambahkan, pada program penjaringan inovasi memiliki tema tersendiri, dan juga berdasarkan kordinasi dengan teknis dilapangan.
“Alhasil, pada penjaringan inovasi di 2021 memakai isu Nasional. Inipun kesepakatan bersama. Dengan tema penurunan tingkat angka stunting,” ujar Budhi Herimulyati kepada infobanten.id di ruang kerjanya belum lama ini.
Tidak sampai disitu, Budhi Herimulyati juga mengakui, Bappeda Kabupaten Serang telah berhasil melakukan program Inovasi pada tahun 2019 dengan 40 inovasi, dan dilanjut dengan tahun 2020 sebanyak 34 inovasi.

Pada hasil inipun, Bappeda Kabupaten Serang berhasil menyumbangkan nilai 1.839. Lalu dengan adanya Litbang penjaringan inovasi di tahun 2021 ini, Bappeda melakukan penjaringan dengan pendampingan dari LAN RI dalam kegiatan laboratorium inovasi.
“Dalam tahapan laboratorium inovasi ada lima item yang kita lakukan. Mulai dari Drump-up, Diagnose, Design, Deliver dan Display,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Subbid Litbang Inovasi dan Tekhnologi pada Bappeda Kabupaten Serang, Ika Dwi Pujawati S.E, A.k C.A menjelaskan pada tahun lalu Bappeda Kabupaten Serang juga memaksimalkan program ini. Walaupun pada masa pandemi covid-19, tidaklah menyurutkan semangat Bappeda Kabupaten Serang.
Hal tersebut menghasilkan output dalam sistem BPP kemendagri ada 19 OPD dan 12 PKM. Bahkan, sambungnya, di 2020 tanpa anggaran karena di refocusing untuk covid-19, Bappeda Kabupaten Serang berhasil memberdayakan inovasi yang ada.
“Sampai kita mengikuti kompetisi inovasi pelayanan publik. Mulai dari Kemendagri dengan kegiatan kompentisi Inovasi Award dan lainnya. Ada 3 yang diikuti, inovator pada sistem semuanya terlaksana dengan mendapatkan penghargaan Inovasi terbaik pada 2020,” kata Ika Dwi.
Diakhir wawancara, Ika Dwi menambahkan, program Inovasi yang dilakukan berbasis IT, dan sesuai dengan RPJMD Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah.
Sebab di 2019, sambungnya, Bappeda Kabupaten Serang berhasil dengan 40 Inovasi, dengan menjaring 12 puskesmas yang belum memiliki rawat inap hingga akhirnya memiliki. Pada program inovasi 2019, masih kata Ika Dwi, melibatkan beberapa dinas terkait pada bidang kesehatan, ketahanan pangan, maupun P3K.

“Semuanya terdapat 5 OPD dan 12 Puskesmas. Programnya berjalan sesuai ratar belakang mereka, dan tujuanya sudah sampai dengan program inovasi. Berjalan optimal pada 2019,” tutupnya seraya mengakhiri wawancara.
Diketahui, Bappeda Kabupaten Serang juga terus berkomunikasi dengan TKW maupun TKI yang hendak pulang dari Malaysia, dengan dibuatkan sinopsis perjalanan pulang. Hingga terus berkoordinasi, dan terciptalah program Inovasi yang masuk dalam sistem indikator.
Program Inovasi inipun perlu dilakukan, adalah untuk perhitungan IPM dilakukan suatu wilayah untuk mengetahui kualitas hidup masyarakat serta mengetahui efektivitas program kerja instansi terkait. (Advertorial)

































