BPBD Kabupaten Serang Kurangi Resiko Bencana

infobanten.id | Kab. Serang. Pemerintah Kabupaten Serang masih fokus melanjutkan gerakan mitigasi (pengurangan resiko) terhadap bencana. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang di bawah kepemimpinan Kepala Pelaksana Nana Sukmana Kusuma SE, M.M, BPDB Kabupaten Serang terus melakukan upaya pengurangan risiko bencana.

Kabupaten Serang secara geografis memiliki sejumlah potensi bencana alam seperti angin kencang, tanah longsor, banjir, Kebakaran dan kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang terus meningkatkan kinerjanya dalam melakukan penanggulangan kebencanaan.

Penanganan kebencanaan yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Serang semakin cepat dengan sumber daya manusia (SDM) yang bersertifikat khusus. Di BPBD Kabupaten Serang, ada empat bidang yang menjadi sektor pelayanan penanggulangan kebencaan bagi masyarakat. Yakni, bidang pencegahan dan kesiapsiagaan, kedaruratan, rehabilitasi dan rekonstruksi, dan pemadam kebakaran (damkar).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, pihaknya terus menjalankan program berkelanjutan yang mengarah ke pelayanan masyarakat yang lebih baik.

“Di tahun 2022 ini, BPBD Kabupaten Serang terus berupaya meningkatkan kinerja dalam melakukan penanggulangan kebencanaan. Beragam kegiatan yang telah dilakukan terus ditingkatkan berkelanjutan sebagai upaya pengurangan risiko bencana,” Kata Nana kepada infobanten.id belum lama ini di mako BPBD Kabupaten Serang.

Pada Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Serang sudah mempersiapkan SDM yang lebih baik dengan meningkatkan skil yang juga memiliki sertifikasi khusus guna melakukan mitigasi bencana dan membuat rencana kontigensi.

Mitigasi bencana ini merupakan upaya untuk melakukaan pemetaan secara detail potensi lokasi bencana banjir, gempa, tsunami, gagal industri dan bencana lainnya. Kemudian, para personelnya juga sudah memiliki kemamapuan membuat rencana kontigensi agar bisa menyimpulkan apa, siapa, dan harus berbuat apa terkait kebencanaan.

“Ada tiga unsur yang memiliki tugas penanganan bencana yakni masyarakat, pemerintah, dan perusahaan, dengan rencana kontigensi, nanti lebih jelas lagi peran ketiga unsur tersebut. Mereka yang sudah dibekali memilki rencana kontigensi terkait kebencanaan ” katanya.

BPBD juga sudah melakukan pembinaan kebencanaan kepada masyarakat dengan membentuk Desa Tangguh Bencana atau Destana yang saat ini jumlahnya ada 80 destana di Kabupaten Serang. Desa Tangguh Bencana Kabupaten Serang saat ini sudah memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dalam menghadapi potensi ancaman bencana.

Destana Kabupaten Serang juga diarahkan mampu memulihkan diri dengan segera terutamamengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisasikan sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana.

Selain itu, BPBD Kabupaten Serang juga sudah melakukan pemeriksaan bangunan gedung terkait kelengkapan alat keamanan kebencanaan. Salah satunya, dengan melakukan pemeriksaan ke 200 pabrik yang sudah dilakukan pada tahun lalu.

“BPBD Kabupaten Serang juga sudah bersinergi dengan dunia industri bersama-sama harus melakukan kesiapsiagaan bencana, tanggap darurat bencana, dan pasca bencana,” tambahnya

BPBD Kabupaten Serang terus berkomitmen menjalankan program Pentahelik (pelibatan seluruh unsur baik pemerintah maupun non pemerintah). Selain mendorong pelaku industri dan pelaku usaha, juga mendorong dunia pendidikan untuk melaksanakan pelatihan sekaligus membentuk tim atau satuan tugas bencana. (Advertorial)