
infobanten.id | Pemerintah Kabupaten Tangerang akan melakukan pemetaan wilayah-wilayah rawan bencana, baik itu bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan lain sebagainya.
“Nanti dari Pemkab Tangerang akan meninjau kecamatan-kecamatan yang berpotensi terjadinya bencana banjir, tetapi biasanya klasik untuk daerah-daerahnya,” kata Danrem 052/Wijayakrama, Brigjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar, Kamis (11/11).
Kemudian, ia mengungkapkan, untuk tindakan harus dilakukan saat terjadinya bencana alam, pihaknya akan mengerahkan dan memberikan dukungan.
Dkungan diberikan baik personel, peralatan, sarana dan prasarana ke lokasi bencana.
Selanjutnya, membantu menyiapkan jalur evakuasi pencarian dan penyelamatan bagi korban yang terdampak.
“Kita juga harus siapkan jalur evakuasi, bagaimana nanti membawa masyarakat yang nantinya kita bawa ke titik pengungsian atau titik evakuasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selain menyiapkan jalur evakuasi korban bencana juga dilakukan penyimpan bantuan layanan kesehatan, distribusi logistik dan lain sebagainya.
“Kita siapkan juga dapur umum, MCK baik yang ada di sarana dan prasarana milik TNI/Polri,” terangnya.
Ia menyebutkan, dalam kesiapsiagaan untuk mengantisipasi bencana ini, hal penting selain penyelamatan juga pendataan terhadap kelompok lanjut usia (lansia).
Menurutnya, pada kelompok tersebut sangat sulit dilakukan evakuasi saat bencana terjadi.
“Karena nanti pada bencana banjir itu, konsentrasi kita biasanya fokus pada evakuasi anak-anak dan wanita. Dan biasanya kelompok lansia terabaikan di tambah ada kesulitan dalam evakuasi lansia ini,” ucapnya.
Sedangkan dalam kesiap siagaan bencana tersebut, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang menggelar apel kesiapsiagaan dan pelatihan pasukan dalam penanggulangan bencana.
Mengingat saat ini memasuki musim penghujan dan menyusul adanya potensi cuaca ekstrem pada 2021-2022.
Brigjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar menyebutkan, apel kesiapsiagaan ini bertujuan untuk menyiapkan pasukan dari seluruh stakeholder terkait atau antar lembaga dalam mengantisipasi terjadinya bencana di wilayah setempat.
“Semua stakeholder dan unsur-unsur relawan atau kominitas kita siagakan dalam rangka penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Tangerang,” katanya.
Menurutnya, wilayah Banten saat ini masuk dalam daerah terdampak bencana alam hidrometeorologi atau dikenal puncak musim hujan yang diprediksi akan terjadi jelang akhir tahun 2021-2022.
Oleh karenanya, semua pihak harus sudah mulai berpikir untuk mengantisipasi dampaknya manakala itu terjadi dengan melakukan mitigasi bencana.
“Kita juga bukan hanya menyiagakan pasukan saja, tetapi kita lakukan simulasi yang dilakukan Polresta Tangerang. Bagaimana menggunakan alat-alat yang bisa digunakan pada saat operasi penyelamatan,” ujarnya. (Red)

































