Pungli Parkir di Area Wisata Mercusuar Anyer, Oknum ASN Diperiksa Polres Cilegon

infobanten.id | Serang. Satgas Saber Pungli Polres Cilegon mengamankan tiga orang yang diduga melakukan pungli parkir di area Mercusuar Anyer. Ketiga orang itu adalah AP (53 Tahun), MY (43 Tahun), dan AA (39 Tahun).

Salah seorang diantaranya adalah Oknum ASN Dirjen Hubla Kemenhub RI. AP berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan jabatan penjaga atau operator Mercusuar Distrik Kelas I Tanjung Priuk, Dirjen Hubla Kemenhub RI. Sdangkan MY dan AA adalah juru parkir di area Mercusuar Anyer.

Ketiganya memberlakukan tarif parkir senilai Rp50 ribu per mobil dan Rp20 ribu untuk sepeda motor.

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono menjelaskan bahwa area Mercusuar Anyer aset milik Distrik Kelas I Tanjung Priuk Dirjen Hubla Kemenhub RI dibuka untuk umum dijadikan destinasi wisata pantai.

“Juru parkir mengaku sebagai anggota Karang Taruna Desa Bojong, Kecamatan Anyer. Mereka mematok tarif Rp 50 ribu untuk mobil dan Rp20 ribu per motor,” ujar Kapolres Cilegon, Sabtu (7/5/2022).

Setiap pengunjung yang masuk dan membayar sesuai tarif tidak diberikan tiket masuk. “Dari hasil pengumpulan pungutan uang masuk, kelompok pemuda menyetorkan pungutan kepada seorang ASN,” kata Sigit.

Atas bukti-bukti tersebut, Polres Cilegon melakukan pemeriksaan pada tiga orang yaitu AP, MY, dan AA, Jumat (6/5/2022). “Ikut diamankan uang sebesar Rp1.560.000 dari uang setoran pungutan parkir,” jelas Sigit.

Uang yang terkumpul dipakai sebagai biaya operasional kebersihan dan sisanya dibagi untuk kepentingan pribadi.

Kapolres Cilegon menyatakan Polres Cilegon akan melakukan koordinasi dengan Inspektorat Pengawasan Dirjen Hubla.

“Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Serang dan DPKAD Kabupaten Serang untuk memastikan besaran pajak yang masuk ke Kas Daerah dari pengelola pantai,” tutur Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono.

Sigit menegaskan Satgas Saber Pungli Polres Cilegon akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Jika ditemukan fakta-fakta sebagai pemenuhan unsur delik pidana dalam ketentuan UU maka penyelidikan akan ditingkatkan ke penyidikan,” tegas Kapolres Cilegon. (Red)