WPI Siap Kawal Swasembada Pangan untuk Ketahanan Nasional

.

infobanten.id | Serang – Wilmar Padi Indonesia (WPI) menyatakan komitmennya untuk mendukung program swasembada pangan nasional melalui Farmer Engagement Program (FEP), yaitu program pendampingan petani dalam melakukan budi daya padi.

Rice Business Head PT WPI, Saronto, mengatakan bahwa tahun ini pihaknya menargetkan kemitraan melalui FEP seluas 50 ribu hektare di Jawa dan Sumatera. Angka tersebut meningkat dari realisasi tahun lalu seluas 30 ribu hektare yang dikelola oleh lebih dari 20 ribu petani.

“Peningkatan target tersebut seiring bertambahnya daerah yang menjalin kerja sama dengan perusahaan,” katanya di Jakarta, Sabtu (08/03).

Program kemitraan tersebut tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Jawa Timur menjadi wilayah dengan luas lahan kemitraan terbesar, mencapai 14 ribu hektare.

“Petani telah merasakan manfaat kemitraan, sehingga program kami dapat diterima dengan baik,” ujarnya.

Selain program kemitraan dengan petani, Saronto menyatakan dukungan terhadap program pangan nasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Pertanian. MoU tersebut mencakup pembelian gabah di tingkat petani seharga Rp6.500 per kilogram.

WPI juga berperan dalam membantu Perum Bulog memasok beras public service obligation (PSO) sebagai cadangan pangan pemerintah yang akan disalurkan sepanjang Februari hingga April 2025. Perusahaan juga menyediakan fasilitas tolling atau maklon untuk membantu Bulog menggiling gabah di lima lokasi pabrik WPI, dengan kapasitas 1.000 ton per unit per hari selama musim panen raya pada Maret hingga April 2025.

“Kami turut membantu Bulog dalam mengidentifikasi daerah panen dan kelompok tani yang siap menjual gabahnya,” katanya.

Sejak tahun lalu, WPI telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam program budi daya padi di Pulau Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Menurut Saronto, program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memberdayakan warga binaan dengan keterampilan bertani.

Selain itu, WPI bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dalam program penanaman padi seluas 500 hektare. Perusahaan juga berkolaborasi dengan TNI-Polri dalam program tanam bersama di 30 lokasi di Jawa dan Sumatera.

Sebagai bagian dari upaya optimasi lahan pertanian, WPI turut membantu menghidupkan kembali lahan tidur di Sidoarjo, Jawa Timur, dan Palembang, Sumatera Selatan.

“Pemanfaatan lahan tidur bisa menjadi alternatif untuk menambah produksi pangan,” ujar Saronto. (*)