Misi Penyelamatan: Basarnas Evakuasi 6 Nelayan yang Terjebak di Laut

.

infobanten.id | Serang – Nelayan asal Kabupaten Serang mengalami insiden mati mesin hingga terombang-ambing di tengah laut. Insiden ini terjadi pada Jumat (7/3) di Perairan Pulau Pamujaan, Kabupaten Serang.

Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amard, dikonfirmasi infobanten pada minggu (09/03) mengatakan masalah mati mesin menimpa Kapal Arika yang membawa enam nelayan. Para nelayan berangkat melaut pada Kamis pagi (6/3) dan mengalami masalah mesin pada siang harinya.

“Para nelayan itu pergi berlayar pada Kamis pagi (6/3) kemudian di siang harinya mengalami mati mesin,” ucap Al Amard.

Menurut Al Amard, pihaknya menerima laporan mengenai kejadian tersebut dari salah satu anggota keluarga nelayan yang khawatir karena para nelayan tak kunjung kembali.

“Kami segera merespons laporan tersebut dengan mengerahkan tim penyelamatan,” ujar dia.

Tim penyelamat Basarnas Banten segera melakukan pencarian di sekitar perairan Pulau Pamujaan. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat pencarian menghadapi kendala, tetapi tim tetap berupaya menemukan keberadaan kapal tersebut.

“Mereka tidak dapat kembali ke daratan dikarenakan tanpa memiliki daya apung yang memadai serta kondisi cuaca tidak menentu,” sambungnya.

Setelah melakukan pencarian selama beberapa jam, akhirnya tim penyelamat menemukan kapal yang ditumpangi enam nelayan dalam kondisi terombang-ambing di tengah laut.

Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi kapal yang tidak stabil. Tim penyelamat memastikan seluruh nelayan dalam kondisi selamat sebelum mengevakuasi mereka ke daratan.

Setelah berhasil dievakuasi, enam nelayan tersebut langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi mereka baik setelah terjebak di laut selama berjam-jam.

“Alhamdulillah seluruh nelayan berhasil kami evakuasi dengan selamat,” tutur Al Amard. (*)