
.
infobanten.id | Serang – Wakil Ketua Umum (BKI Raya), menyampaikan bahwa pihaknya membangun Pos Kesehatan “Merah Putih” di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau masyarakat seperti pasar, pelabuhan, hingga stasiun MRT. Salah satu pos yang dibangun dan diresmikan saat ini berada di tengah pusat Kota Serang, yakni di Taman Sari. Pos ini difungsikan sebagai perpanjangan tangan puskesmas untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada warga, khususnya para pedagang dan pekerja sektor informal.
Menurut Bambang, pos kesehatan tersebut dibangun secara swadaya oleh BKI Raya dan tidak menggunakan dana APBD maupun APBN. Dalam operasionalnya, BKI Raya bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat.
“Kami ingin jemput bola. Banyak pedagang pasar dan masyarakat di pelabuhan atau wilayah yang sulit terjangkau fasilitas kesehatan belum sempat memeriksakan diri. Karena itu kami hadir dengan cek kesehatan gratis, terutama untuk darah tinggi dan gula darah,” ujarnya, Minggu 15 Februari 2026.
Fokus Promotif dan Deteksi Dini
Bambang menegaskan, Pos Kesehatan Merah Putih lebih menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif, bukan sekadar pengobatan. Pemeriksaan tekanan darah dan gula darah menjadi prioritas karena hipertensi dan diabetes merupakan penyebab utama berbagai penyakit berat.
“Dari darah tinggi dan kencing manis bisa menyebabkan stroke, gagal ginjal, sakit jantung, hingga kanker. Selain itu, penyakit-penyakit ini juga menjadi penyumbang besar pembiayaan BPJS,” jelasnya.
Dengan deteksi dini, diharapkan masyarakat dapat segera melakukan perubahan pola hidup atau mendapatkan penanganan lebih lanjut sebelum kondisi memburuk.
Banten Jadi Pelopor
Bambang menyebut Provinsi menjadi pelopor program ini. Hingga kini, BKI Raya telah membangun enam pos kesehatan, yakni satu di Pasar Cengkareng 1 dan lima lainnya di wilayah Banten, meliputi Kota Serang, Kota Tangerang (dua titik), Lebak, dan Tangerang Selatan.
“Kami baru mulai beberapa bulan dan sudah ada enam pos. Ke depan, kami berharap pos kesehatan ini bisa hadir di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia,” katanya.
Kolaborasi Swasta dan RSUD
Dalam operasionalnya, tenaga medis Pos Kesehatan Merah Putih berasal dari kolaborasi antara tenaga kesehatan swasta dan RSUD. Sementara dukungan obat-obatan diberikan oleh dinas kesehatan setempat.
Pos kesehatan beroperasi mulai pukul 08.00 hingga sekitar pukul 13.00–14.00 WIB, menyesuaikan jam aktivitas pasar.
Bambang menegaskan, program ini didedikasikan untuk seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang apa pun.
“Kalau kita sudah bicara merah putih, berarti kita bicara kepentingan nasional. Semua elemen harus bergandengan tangan,” tegasnya.
Dengan pendekatan jemput bola dan semangat kolaborasi lintas sektor, Pos Kesehatan Merah Putih diharapkan menjadi model layanan kesehatan berbasis komunitas yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. (*)

































