
.
infobanten.id | Serang – Sebanyak 10 ribu santri dari berbagai daerah memadati Kota Serang untuk mengikuti program “Serang Mengaji” yang digelar menjelang bulan suci Ramadan, Jumat 14 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung sejak siang hari hingga pukul 22.00 malam hari di Alun-alun Barat Kota Serang.
Program Serang Mengaji dirancang sebagai upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Selama bulan suci Ramadan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara penuh dengan target mencetak generasi yang mampu mengenal dan membaca aksara Arab dengan baik dan benar.
Pemerintah Kota Serang menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen dalam membangun karakter religius masyarakat sejak dini. Melalui pembelajaran intensif, peserta yang sebelumnya belum mengenal huruf hijaiyah akan dibimbing secara bertahap hingga mampu membaca Al-Qur’an.
“Dalam pelaksanaannya, pemerintah bekerja sama dengan para guru ngaji dari berbagai wilayah. Tidak hanya itu, sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi Islam negeri juga turut ambil bagian sebagai pengajar dan pendamping peserta selama kegiatan berlangsung,” kata Ahmad Nuri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang.
Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara terstruktur, mulai dari pengenalan aksara Arab, tajwid dasar, hingga praktik membaca Al-Qur’an. Para peserta dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan agar proses pembelajaran lebih efektif dan terarah.
Saidatul Ardiah, salah satu mahasiswa sekaligus pengajar ngaji yang terlibat dalam program tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini. Menurutnya, program Serang Mengaji sangat dibutuhkan karena masih banyak anak-anak yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar.
“Saya melihat program ini sangat bagus karena memang masih banyak anak-anak yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Mereka sangat membutuhkan bimbingan mengaji. Kegiatan ini juga menjadi dorongan bagi para pengajar agar terus bersemangat mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama ini sudah banyak anak usia 10 tahun yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Namun demikian, pendampingan tetap diperlukan agar kemampuan tersebut terus berkembang dan semakin baik dari waktu ke waktu.
Menurut Saidatul, keterlibatan mahasiswa dalam program ini menjadi pengalaman berharga sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap kegiatan Serang Mengaji dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya saat Ramadan tetapi juga di bulan-bulan lainnya.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, program Serang Mengaji diharapkan mampu menciptakan generasi Qur’ani di Kota Serang. Pemerintah optimistis kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan literasi Al-Qur’an dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. (*)

































