
infobanten.id | Pedagang ayam potong di Pasar Lama Kota Serang Banten mengeluh karena penjualan yang semakin menurun akibat pandemi yang tak kunjung usai.
“Berdampak banget. Saya puluhan tahun berjualan ayam potong di Pasar Lama, Kota Serang. Sebelum pandemi biasanya saya jual rata-rata 150 ekor perhari, minimalnya itu 100 sampe 125. Kalo sekarang paling 50 sampai 60 ekor,” kata Rinten, pedagang ayam potong di Serang, Jumat (19/2).
Ia mengatakan, menurunya penjualan ayam potong diakibatkan oleh dibatasinya kegiatan masyarakat yang berkerumun terutama penyelenggaraan tradisi hajatan dan slametan yang rutin diselenggaran masyarakat Kota Serang.
“Penjualan ayam potong biasanya meningkat ketika musim hajatan, tapi sekarang kan nggak boleh karena dibatasi. Kebetulan kalau saya jualnya tinggal kirim-kirim aja. Karena udah ada langganan gitu kayak madura, tukang sate. Tapi selama pandemi ini awalnya langganan dari tukang sate ada lima, sekarang cuma dua aja karena udah banyak yang berhenti,” katanya.
Rinten mengungkapkan, naik turunnya harga jual ayam potong di Pasar Lama lebih banyak disebabkan dengan hari-hari besar, dimana animo pembeli bisa lebih meningkat dari sebelumnya.
“Bisanya sih, seminggu sebelum hari besar itu harga ayam udah naik. Kan harga normalnya itu sekitar Rp30 ribuan perkilonya. Apalagi kalau mau lebaran bisa naik sampe Rp40 ribu lebih. Kalo sekarang saya jual perkilo Rp35 ribu, masih bisa nih di bulan Rajab,” katanya.
Menurutnya, kemunculan vaksin COVID-19 di awal tahun 2021 ternyata tidak membawa perubahan siginifikan bagi peningkatan penjualan ayam potong.
“Masih sama sih, meskipun udah lebih normal tapi untuk penjualan ayam masih belum bisa kembali seperti semula,” ujar Rinten.
Salah seorang pedagang ayam potong lainnya Roni, turut mengeluhkan penurunan penjualan akibat pandemi.
“Selama pandemi penjualan menurun. Sehari paling 10 kilo yang terjual dan paling banyak 15 kilo. Dari pagi sampe sore kadang nggak habis. Harga juga jadi nggak stabil karena naik turun terus. Saya berharap semoga pandemi segera berakhir dan penjualan ayam kembali normal,” katanya. (*)

































