Pemkab Serang Optimis RTLH Tuntas di 2024

infobanten.id | Kab. Serang. Rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) ditarget tuntas pada 2024. Berdasarkan data, masih ada 3.109 RTLH yang perlu direhab. Hal itu disampaikan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Tatu mengatakan, rehabilitasi RTLH merupakan program kerja prioritasnya. Pihaknya juga sudah mencanangkan berbagai sumber anggaran untuk menuntaskannya. Pada 2016 ketika Tatu pertama kali menjabat bupati, jumlah RTLH di Kabupaten Serang sebanyak 10.723 unit yang tersebar di 29 Kecamatan di Kabupaten Serang.

Kemudian, hingga 2021, jumlah RTLH tinggal 3.109 unit. Tatu mengaku, setiap tahunnya selalu menganggarkan dana untuk perbaikan RTLH. “Tahun ini sudah kita canangkan untuk rehab RTLH sebanyak 1.902 unit, jadi nanti tinggal 1.207 lagi,” katanya.

Dengan jumlah itu, Tatu optimistis persoalan RTLH dapat tuntas di akhir masa jabatannya yakni pada 2024. “Di periode saya insya Allah dituntaskan,” ujarnya.

Menurutnya, RTLH menjadi salah satu indikator kemiskinan. Karena itu, pihaknya konsen memperbaiki RTLH dalam rangka mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Serang. Tidak hanya memperbaiki rumahnya, pihaknya juga mendorong perekonomian. Salah satunya, dengan mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Rehabilitasi RTLH di Kabupaten Serang menjadi program keroyokan berbagai instansi. Mulai dari pemerintah pusat hingga Baznas.

Tatu menjelaskan, ada berbagai sumber anggaran yang digunakan untuk perbaikan RTLH. Mulai dari anggaran pemerintah pusat, Pemprov Banten, APBD Kabupaten Serang, Baznas, corporate social responsibility (CSR) perusahaan, hingga infaq sodaqoh dari aparatur sipil negara (ASN) yang dihimpun oleh Baznas.

Infaq sodaqoh dari ASN Pemkab Serang memang difokuskan untuk pembangunan RTLH. Infaq tersebut sudah berjalan beberapa tahun yang lalu dan tidak dipatok besaran iurannya.” Kemudian, dana CSR perusahaan dihimpun melalui Tim Sosial Perusahaan (TSP) yang di dalamnya terdiri atas berbagai perusahaan,” paparnya.

Ketua Baznas Kabupaten Serang Badrudin mengatakan, tahun 2021 total ada 57 RTLH yang direhab Baznas. Terdiri atas 30 rumah melalui program Kampung Baznas di Kecamatan Kibin dan Kecamatan Gunungsari, serta 27 rumah yang disebar di seluruh kecamatan.

Selain membangun rumah, pihaknya juga memberikan bantuan lainnya. Salah satunya, bantuan usaha. “Untuk bantuan usaha kita berikan Rp2 juta perorang,” katanya.

Pengurus TSP Arif Mahdali mengatakan, ada sekitar 60 perusahaan yang bergabung dengan TSP. Forum itu, dibentuk sebagai wadah komunikasi penyaluran CSR perusahaan. Ia mengatakan, salah satu program prioritas dari TSP yakni rehabilitasi RTLH. Itu sesuai dengan program prioritas yang dicanangkan oleh Pemkab Serang.

Selama 2021, kata Arif, TSP sudah membangun sebanyak 40 rumah layak huni. Pembangunan itu berdasarkan rekomendasi dari desa setempat. “Per rumah itu nilainya ada yang Rp25 juta ada yang Rp27,5 juta,” ujarnya. (*/Red)