
.
infobanten.id | Kab. Serang . Pemerintah Kabupaten Serang masih fokus melanjutkan gerakan mitigasi (pengurangan resiko) terhadap bencana. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang terus melakukan upaya pengurangan risiko bencana.
Kabupaten Serang secara geografis memiliki sejumlah potensi bencana alam seperti angin kencang, tanah longsor, banjir, Kebakaran dan kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang terus meningkatkan kinerjanya dalam melakukan penanggulangan kebencanaan.Meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana banjir di beberapa wilayah Kabupaten Serang.
BPBD Kabupaten Serang akan terus mengkaji dan menganalisis penanganan Banjir, hal itu disampaikan oleh Sekretaris Badan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ade Ivan Munansyah.
Ade menjelaskan bahwa daerah Serang bagian Timur sangat rentan terhadap bencana banjir pasalnya banjir tersebut akibat luapan sungai, dimana bencana banjir yang ada di beberapa wilayah tersebut diapit oleh tiga sungai besar yakni Sungai Cibeureum, Cidurian dan Ciujung ketika hujan deras tiga sungai tersebut meluap sehingga terjadinya bencana banjir.
“kami sudah melakukan assessment terhadap peristiwa banjir yang terjadi di wilayah Serang Timur, seperti di wilayah Cikande, Jawilan dan Kopo, cuaca saat ini tidak bisa diprediksi sehingga masyarakat harus tetap waspada akan potensi bencana, BPBD sendiri telah memetakan titik rawan banjir di daerah ini sehingga kedepannya tinggal dibuat dokumen dan kajian agar bisa menjadi pedoman dalam penanggulangan bencana banjir,”ujar Ade kepada infobanten.id belum lama ini diruang kerjanya.
Ia melanjutkan, Titik banjir di Kabupaten Serang memang sudah dipetakan tinggal nanti ke depannya bagaimana pihak BPBD membuat kajian, membuat analisa, membuat dokumen yang bisa dijadikan pedoman sebagai koordinatornya bidang kesiapsiagaan pencegahan dalam rangka melaksanakan pencegahan sekaligus kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Tiga sungai besar di Kabupaten Serang harus diwaspadai oleh masyarakat yang bermukim sekitar lokasi karena jika hujan turun dengan intensitas tinggi maka bisa berdampak buruk pada warga,”katanya.
BPBD Kabupaten Serang juga terus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap bencana banjir dengan memperhatikan arus listrik jangan sampai tergenang air dan juga harus menjaga anggota keluarga pada saat banjir.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, kepala desa, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana banjir ini demi meminimalisir kerugian dan memastikan keselamatan serta kesejahteraan semua warga. Selain itu, penting bagi masyarakat Kabupaten Serang untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya penanganan lingkungan yang berkelanjutan.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan banyak pihak, utamanya peran masyarakat menjadi kunci utama mewaspadai potensi bencana banjir. Hal lain, bersama sama meminimalisir dampak yang terjadi baik adanya korban maupun kerugian”, tambahnya.
Langkah-langkah seperti penghijauan, pengelolaan sampah yang baik, dan pelestarian alam dapat membantu mengurangi risiko bencana banjir serta menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi lebih kokoh dalam mengantisipasi dan mengurangi dampak bencana banjir bagi kehidupan dan keberlangsungan lingkungan. (ADV)

































